Membongkar Kejahatan Syiah
Buku Tamu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kepada ikhwah yang memiliki saran atau kritikan yang membangun dapat disampaikan melalui buku tamu ini, kami harap ditulis dengan adab dan akhlaq yang baik agar lebih maslahat.
Assalamualikum
Ana mohon tepat diskusi/dialog SUNNI & SYIAH di buka dengan luas; supaya Kaum Syiah dapat memberikan keterangan yang baik dan benar; sesuai dengan Aqidah Syiah; karena banyak keterangan yang salah tentang Syiah di dalam forum ini.
assalamu’alaikum
ada web tentang kesesatan syi’ah
http://www.hakekat.com
sebenarnya apa yng kalian permasalahkan,bukankah manusia diciptakan utk saling tolong menolong. . . .
asslamualaikum, ustad tolong antum selidiki lagi kebanaran pernyataan saya ini. dana syiah yang besar di indonesia ini ternya tidak datang langsung dari iran, tapi dari investasi negara iran di indonesia, iran berinvestasi di indonesia membangun pabrik pupuk di wilayah jawa barat, yang semua keuntunganya diberikan ke organisasi2 syiah di indonesia, yang konon keuntunganya mencapai 2 milyar/bulan, tolong antum cek kebanaranya.
Assalamualaikum
Dimana saya boleh download ebook Buku Gen Syiah.
Saya cari buku tek di kedai tak jumpa.
Terima kasih
alhamdullilh
allahu akbar
ass. Wr. Wb
Mudah2an kebenaran akan benar-benar tersingkap sehingga dapat meluruskan sejarah yang kabur dan kita semua yang mengucap dua kalimat syahadat akan berjalan diatas kebenaran , apa yang terjadi dengan kabut sejarah selama 14 abad semoga terungkap dan hanya tinggal sejarah saja…… sehingga kita hanya mengambil yang benar dan lurus saja, amien Ihdinashshiratal Mustaqiem
C. YANG DIRIWAYATKAN DARI SELAIN SAIF BIN UMAR
Riwayatnya berjumlah 14 riwayat yang terdapat di kalangan Syi’ah dan Suni. Diantara sejarahwan yang mencatat cerita tersebut adalah:
1. Khusyi atau al-Kusysyi, juga disingkat dengan nama Kosli (369), menulis dalam bukunya berjudul Rijal pada tahun 340 mengenai Abdullah bin Saba. Dalam buku tersebut ia menyebut beberapa hadis yang dalamnya muncul nama Abdullah bin Saba.
2. Syekh Thusi (460), (dari al-Kusysyi)
3. Ahmad bin Thawus (673), (dari al-Kusysyi)
4. Allamah Hilli (726). (dari al-Kusysyi)
5. Ulama Syi`ah lain telah menyebut nama Abdullah bin Saba yang mengutip Kusysyi atau dua sejarahwan yang telah disebut di atas (Asy’ari Qummi dan Naubakhti yang tidak memberi sanad perawi atau sumber untuk riwayat mereka).
Cerita yang diberikan oleh hadis-hadis Sunni dan Syi’ah, sangat berbeda dengan riwayat yang disebarluaskan oleh Saif bin Umar. Hadis ini menyatakan bahwa ada seorang lelaki bernama Abdullah bin Saba yang muncul pada saat pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Lelaki ini menyatakan bahwa ia adalah seorang rasul dan Ali adalah Tuhan. Hadis-hadis ini (tidak lebih dari 14 hadis) tidak ada dalam kitab-kitab kumpulan hadits utama (kutub as-Sittah bagi suni, dan al-Arba’ bagi Syi’ah) dan tidak pernah dinyatakan sebagai riwayat yang shahih baik oleh ulama Sunni atau Syi’ah.
Kesimpulan, Abdullah bin Saba’ sebagai pendiri pahan Syi’ah adalah cerita fiktif untuk mendiskriditkan Syi’ah. Hal ini tidak lepas dari intervensi politik dan ragam kepentingan.
Inilah yang saya ketahui sementara ini. Mudah-mudahan informasi ini dapat menghilangkan tirai dari banyak tirai yang menjadi sebab kerenggangan Suni dan Syi’ah.
B. YANG TIDAK MEMILIKI SANAD dan PERAWI SAMA SEKALI
Di antara kaum Sunni yang menyebutkan nama Abdullah bin Saba dalam cerita mereka tanpa memberikan sumber klaim mereka adalah:
1. Ali bin Isma’il Asyari (330) dalam bukunya yang berjudul Maqalat al-Islamiyyin (esai mengenai masyarakat Islam).
2. Abdul Qahir bin Thahir Baghdadi (429) dalam bukunya yang berjudul al-Farq Bain al-Firaq (perbedaan di antara aliran-aliran).
3. Muhammad bin Abdul Karim Syahrastani (548) dalam bukunya yang berjudul al-Milal wa an-Nihal (Negara dan Kebudayaan).
Di antara perawi Syi’ah yang menyebutkan nama Abdullah bin Saba tanpa memberi keterangan mengenai sumbernya adalah dua sejarahwan berikut ini:
1. Sa’d bin Abdullah Asy’ari Qummi (301) dalam bukunya al-Maqalat wal-Firaq. Najasyi (450) dalam bukunya ar-Rijal berkata bahwa Asy’ari Qummi mengembara ke banyak tempat dan terkenal dengan hubungannya dengan sejarahwan Sunni dan banyak mendengar cerita dari mereka. la menulis banyak riwayat lemah dari apa yang ia dengar, salah satunya adalah cerita tentang Abdullah bin Saba, tanpa memberi referensi.
2. Hasan bin Musa Naubakhti (310), seorang sejarahwan Syi’ah yang menuliskan sebuah riwayat dalam bukunya al-Firaq tentang nama Abdullah bin Saba. Tetapi ia tidak pernah menyebut dari mana ia mendapat riwayat tersebut serta sumbernya.
A. YANG DIRIWAYATKAN OLEH SAIF BIN UMAR
Diantara sejarahwan yang mencatat cerita tersebut dari Saif secara langsung:
1. Thabari.
2. Dzahabi, ia juga menyebutkan dari Thabari (1).
3. Ibmi Abu Bakir, ia juga mencatatnya dari Ibnu Atsir (15), yang mencatat dari Thabari (1).
4. Ibnu Asakir.
Berikut ini sejarahwan yang tidak secara langsung mencatat dari Saif:
5. Nicholson dari Thabari (1).
6. Ensiklopedi Islam karya Thabari (1)
7. Van Floton dari Thabari (1)
8. Wellhauzen dari Thabari (1).
9. Mirkhand dari Thabari (1).
10. Ahmad Amin dari Thabari (1), dan dari Wellhauzen (8).
11. Farid Wajdi dari Thabari (1).
12. Hasan Ibrahim dari Thabari (1).
13. Said Afghani dari Thabari (1), dan dari ibnu Abu Bakir (3), Ibnu Asakir (4), dan Ibnu Bardan (21).
14. Ibnu Khaldun dari Thabari (1).
15. Ibnu Atsir dari Thabari (1).
16. Ibnu Katsir dari Thabari (1).
17. Danaldson dari Nicholson (5), dan dari ensiklopedia (6).
18. Ghiathuddin dari Mirkhand (9).
19. Abu Fida dari Ibnu Atsir (15).
20. Rasyid Ridha dari Ibnu Atsir (15).
21. Ibnu Bardan dari Ibnu Asakir (4).
22. Bustani dari Ibnu Katsir (16).