Membongkar Kejahatan Syiah
Buku Tamu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kepada ikhwah yang memiliki saran atau kritikan yang membangun dapat disampaikan melalui buku tamu ini, kami harap ditulis dengan adab dan akhlaq yang baik agar lebih maslahat.
AHLUL BAIT, CELAH ANTARA SUNNI DAN SYIAH
Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.
1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.
2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.
3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.
Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:
1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ sudah meninggal terlebih dahulu.
2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.
3. Isteri-isteri beliau.
4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.
Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, dan ada anak lelaki pula, wah masalah pewaris tahta ‘ahlul bait’ akan semakin seru dan hebat.
Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Nabi Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan waris tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat.
Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita nasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah, ya jika merujuk pada Al Quran tidak bisalah.
Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka ya seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.
Jadi sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari kembali ke nasab laki-laki.
Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.
Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.
Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya dan keturunan berikutnya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait, mereka murni adalah bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib.
Assalamualaikum wr wb
Syiah di Indonesia diajarkan oleh para pendusta. Dari diskusi orang-orang syiah di facebook, mereka berdebat soal kedustaan gelar intelektual yang dimiliki guru mereka, Kang Jalal. Jika bisa dibuktikan bahwa Kang Jalal bergelar doktor palsu, sungguh akan runtuh gerakan Ijabi di Indonesia, karena dedengkotnya terbukti berdusta pada masyarakat.
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
To videv: pemimpin tidak selalu mencerminkan rakyatnya.
Dan pemeluk suatu ajaran tidak selalu menggambarkan hakekat ajarannya.
Bukankah sudah nyata bahwa kebencian ahlussunnah kepada kaum kufar diperintahkan oleh kitab-kitab ahlussunnah, walaupun sebagian yang mengaku ahlussunnah belum/tidak mempraktekkannya?
Dan sudah nyata pula ajaran syiah menganggap ahlussunnah sedemikian najis dan hina, walaupun khomaini mengajak damai.
Berarti ada 2 kemungkinan:
1. khomaini tidak taat ajaran syiah (untuk memusuhi ahlussunnah).
2. khomaini bertaqiyyah (pura2 baik hati)
Assalmualaikum …
Alhamdulillah banyak sekali pencerahan yang saya dapatkan. Ini cukup untuk memberikan referensi bagi saya untuk mematahkan dalil-dalil mereka.
Perlu diketahui, saat ini saya sedang berdiskusi alot dengan salah seorang sahabat dekat saya semasa kuliah. Alhamdulillah, saya senang melihat ghirahnya dalam belajar agama satu tahun terakhir ini, tetapi saya sangat menyayangkan dengan ketika saya mengetahui kalo dia telah terjerumus dalam kelompok syiah. Saya lupa lagi nama kelompok syiah tersebut, yang jelas mereka saat ini mengikuti fatwa-fatwa dari ayatullah khomaini.
Mohon doa dari teman-teman semuanya… mudah-mudahan Allah menolong saya dalam memberikan pemahaman yang benar tentang berbagai pandangan keliru dia tentang Islam. Dan semoga Allah membukakan pintu hatinya dalam menerima kebenaran…
Amin…
Tak lupa saya juga berdoa semoga Pak Ustdaz diberikan kekuatan dalam menghadapi fitnah-fitnah keji yang datang dari orang-orang yang memusuhi agama Islam.
Amin…
Assalammualaikum….pada dasarnya orang yang mengaku sebagai muslim atau muslimah adalah orang yang sudah mengucapkan, melaksanakan, dan mengimani syahadataini bukan syahadat lainnya….dan pada dasarnya membenci seorang muslim ataupun mengkafirkan seorang muslim atau muslimahpun adalah haram hukumnya…namun memang demikian kenyataannya banyak juga orang yang munafik dalam dunia islam dahulu maupun sekarang ini, jadi intinya bongkarlah semua kemunafikan itu apabila itu adalah haq, dan katakanlah batil apabila itu batil, sungguh saya bukanlah orang yang suci namun berusaha untuk mensucikan diri dan bertaubat saya pikir itu lebih baik, semoga dengan adanya kajian seperti ini pemikiran dunia islam menjadi terang benderang, teruslah berjuang sahabatku, istiqomahlah dijalan-Nya semoga kita termasuk orang-orang yang diampuni dan berjalan dijalan-Nya yang lurus…
@ videv : http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/09/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat%C2%A0rasul/
assalamu’alaikum, Ust Agus & crew Gen Syi’ah smg di terima amal dan kelak Insya Alloh, kita dikumpulkan dg Ahlul Bait,..amiin
tetaplah istiqomah dlm barisan trdepan membendung syi’ah d negeri (afwn) yg maridh ini, meski ana tdk mengambil smua rujukan dari Qiblati & Gen Syi’ah (afwn), tapi ana sangat sangat mendukung gebrakan yg nyata berani di da’wahkan antum smua, smg Alloh senantiasa memperbnyk jumlah org2 Mukhlis di antara kalian..
satu yg ana harapkan dari Gen Syi’ah..suatu saat ana menanti kumandang jihad antum untk org2 syi’ah jika Alloh menghendaki kita konfrontasi dg kaum kuffar..
tetep Istiqomah di jalan Da’wah
singkirkan da’wah syi’ah dan batu sujudnya
cerahkan kami dgn Da’wah Illahiyah yg kalian bawa
semoga kan bersua di Jannah Nya
NB : Ust Agus Hasan Bashori hafidhohulloh ana uhibbukum Fillah..
Berhentilah propaganda…
Ahmadinejad lebih terang2an mengutuk yahudi, sementara pemimpin2 negara arab yang bukan syiah malah diam2 seperti pengecut…
STOP PROVOKASI, KALAU TERNYATA KALIAN PENGECUT
Semoga GenSyiah lebih tersebar lagi di Indonesia yg sudah mulai ada penganut Syi’ah nya.
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga Allah selalu melindungi Ustadz. Saya mendoakan semoga akan banyak yang tercerahkan dari sini. Amin. Jazahumullah.