Posts tagged Artikel

Bahaya JIL Bagi Aqidah Umat, Pembentengan dan Solusinya

BAHAYA JIL BAGI AKIDAH UMAT,

PEMBENTENGAN DAN SOLUSINYA

Oleh: Abu Hamzah Agus Hasan Bashori al-Sanuwi

PENDAHULUAN

Islam adalah dien al-haq yang diwahyukan oleh Allah -Subhanahuwata’ala- kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- (QS. 48: 28;33:40) sebagai rahmat bagi semesta alam (QS 21:107) dan sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah -Subhanahuwata’ala- (QS 3:19; 5:3). Islam adalah agama yang utuh yang mempunyai akar, dimensi, sumber dan pokok-pokok ajarannya sendiri. Siapa yang konsisten dengannya maka ia termasuk Al-Jama’ah atau Firqah Najiyah, dan yang keluar daripadanya maka ia termasuk firqah-firqah yang halikah.

Diantara firqah halikah adalah firqah Liberaliyah. Liberaliyah adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi, teori dan pandangan hidup yang berbeda. Dalam tesisnya yang berjudul “Pemikiran Politik Barat” Ahmad Suhelani, MA menjelaskan prinsip-prinsip pemikiran ini. Pertama, prinsip kebebasan individual. Kedua, prinsip kontrak sosial. Ketiga, prinsip masyarakat pasar bebas. Keempat, meyakini eksistansi Pluralitas Sosio – Kultural dan Politik Masyarakat. (Gado-Gado Islam Liberal; Sabili no 15 Thn IX/81)

Islam dan Liberal adalah dua istilah yang antagonis, saling berhadap-hadapan tidak mungkin bisa bertemu, namun demikian ada sekelompok orang di Indonesia yang rela menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL). Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya, Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haqq tetapi pada hekikatnya suara mereka itu adalah bathi,l karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam-. Tetapi bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-.

Maka dalam makalah ini akan kita uraikan sanad firqah liberal, visi, misi agenda jIL, bahaya mereka terhadap akidah umat, pembentengan dan solusinya. insyaallah. .

SANAD FIRQAH LIBERAL

Islam liberal menurut Charless Kurzman muncul sekitar abad ke-18 dikala kerajaan Turki Utsmani Dinasti Shafawi dan Dinasti Mughal tengah berada digerbang keruntuhan. Pada saat itu tampillah para ulama untuk mengadakan gerakan permurnian, kembali kepada al-Qur`an dan sunnah. Pada saat itu muncullah cikal bakal paham liberal awal melalui Syah Waliyullah (India, 1703-1762), menurutnya Islam harus mengikuti adat lokal suatu tempat sesuai dengan kebutuhan penduduknya. Hal ini juga terjadi dikalangan Syi’ah. Aqa Muhammad Bihbihani (Iran, 1790) mulai berani mendobrak pintu ijtihad dan membukanya lebar-lebar.

Ide ini terus bergulir. Rifa’ah Rafi’ al-Tahtawi (Mesir, 1801-1873) memasukkan unsur-unsur Eropa dalam pendidikan Islam. Shihabuddin Marjani (Rusia, 1818-1889) dan Ahmad Makhdun (Bukhara, 1827-1897) memasukkan mata pelajaran sekuler kedalam kurikulum pendidikan Islam. (Charless Kurzman: xx-xxiii)

Di India muncul Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-1890) yang membujuk kaum muslimin agar mengambil kebijakan bekerja sama dengan penjajah Inggris. Pada tahun 1877 ia membuka suatu kolese yang kemudian menjadi Universitas Aligarh (1920). Sementara Amir Ali (1879-1928) melalui buku The Spirit of Islam berusaha mewujudkan seluruh nilai liberal yang dipuja di Inggris pada masa Ratu Victoria. Amir Ali memandang bahwa Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- adalah Pelopor Agung Rasionalisme. (William Montgomery Watt: 132)

Di Mesir muncullah M. Abduh (1849-1905) yang banyak mengadopsi pemikiran mu’tazilah berusaha menafsirkan Islam dengan cara yang bebas dari pengaruh salaf. Lalu muncul Qasim Amin (1865-1908) kaki tangan Eropa dan pelopor emansipasi wanita, penulis buku Tahrir al-Mar’ah. Lalu muncul Ali Abd. Raziq (1888-1966) yang mendobrak sistem khilafah, menurutnya Islam tidak memiliki dimensi politik karena Muhammad hanyalah pemimpin agama. Lalu diteruskan oleh Muhammad Khalafullah (1926-1997) yang mengatakan bahwa yang dikehendaki oleh al-Qur`an hanyalah sistem demokrasi tidak yang lain.(Charless: xxi,18)

Di Al-Jazair muncul Muhammad Arkoun (lahir 1928) yang menetap di Perancis. Ia menggagas tafsir al-qur`an model baru yang didasarkan pada berbagai disiplin Barat seperti dalam lapangan semiotika (ilmu tentang fenomena tanda), antropologi, filsafat dan linguistik. Intinya ia ingin menelaah Islam berdasarkan ilmu-ilmu pengetahuan Barat modern. Dan ingin mempersatukan keanekaragaman pemikiran Islam dengan keanekaragaman pemikiran diluar Islam. (Mu’adz, Muhammad Arkoun Anggitan tentang cara-cara tafsir al-Qur`an, Jurnal Salam vol. 3 No. 1/2000 hal 100-111; Abd Rahman al-Zunaidi: 180; Willian M. Watt: 143)

Di Pakistan muncul Fazlur Rahman (lahir 1919) yang menetap di Amerika dan menjadi guru besar di Universitas Chicago. Ia menggagas tafsir konstekstual, satu-satunya model tafsir yang adil dan terbaik menurutnya. Ia mengatakan al-Qur`an itu mengandung dua aspek: legal spesifik dan ideal moral, yang dituju oleh al-Qur`an adalah ideal moralnya, karena itu ia yang lebih pantas untuk diterapkan. (Fazhul Rahman: 21; William M. Watt: 142-143)

Di Indonesia muncul Nurcholis Madjid (murid dari Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori gerakan firqah liberal bersama dengan Djohan Efendi, Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wachid. (Adiyan Husaini dalam makalah Islam Liberal dan misinya menukil dari Greg Barton; Sabili no. 15: 88). Nurcholis Madjis telah memulai gagasan pembaruannya sejak tahun 1970-an. Pada saat itu ia telah menyuarakan pluralisme agama dengan menyatakan: “Rasanya toleransi agama hanya akan tumbuh diatas dasar paham kenisbian (relativisme) bentuk-bentuk formal agama ini, dan pengakuan bersama akan kemutlakan suatu nilai yang universal, yang mengarah kepada setiap manusia, yang kiranya merupakan inti setiap agama.” (Nurcholis Madjis: 239)

Lalu sekarang muncullah apa yang disebut JIL (Jaringan Islam Liberal) yang mengusung ide-ide Nurcholis Madjid dan para pemikir-pemikir lain yang cocok dengan pikirannya.

Demikian sanad Islam Liberal menurut Hamilton Gibb, William Montgomery Watt, Charless Kurzman dan lain-lain. Akan tetapi kalau kita urut maka pokok pikiran mereka sebenarnya lebih tua dari itu. Paham mereka yang rasionalis dalam beragama kembali pada guru besar kesesatan yaitu Iblis la’natulllah ‘alaih. (Ali Ibn Abi al-‘Izz: 395) karena itu JIL bisa diplesetkan dengan “Jalan Iblis Laknat”. Sedang paham sekuleris dalam bermasyarakat dan bernegara berakhir sanadnya pada masyarakat Eropa yang mendobrak tokoh-tokoh gereja yang melahirkan moto Render Unto The Caesar What The Caesar’s and to the God What the God’s (Serahkan apa yang menjadi hak Kaisar kepada kaisar dan apa yang menjadi hak Tuhan kepada hak Tuhan). (Muhammad Imarah: 45) Karena itu ada yang mengatakan: “Cak Nur Cuma meminjam pendekatan Kristen yang membidani lahirnya peradaban Barat.”

(more…)

Keutamaan Ummul Mukminin, ‘Aisyah -Radiallahuanha-

Keutamaan Ummul Mukminin, ‘Aisyah -Radiallahuanha-

qiblati0406

Pernikahan Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- dengan ‘Aisyah -Radiallahuanha- tidaklah seperti pernikahan manapun. Sungguh, Allah -Subhanahu wata’ala- telah memerintahkan Nabi-Nya -Shalallahu alaihi wasalam- untuk menikahi ‘Aisyah -Radiallahuanha-. Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- telah melihat ‘Aisyah -Radiallahuanha- di dalam mimpi beliau -Shalallahu alaihi wasalam- sebelum pernikahan. Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda kepada ‘Aisyah -Radiallahuanha-:

« رَأَيْتُكِ فِى الْمَنَامِ [مَرَّتَيْنِ] يَجِىءُ بِكِ الْمَلَكُ فِى سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَقَالَ لِى هَذِهِ امْرَأَتُكَ . فَكَشَفْتُ عَنْ وَجْهِكِ الثَّوْبَ ، فَإِذَا أَنْتِ هِىَ فَقُلْتُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ »

“Aku telah melihatmu di dalam mimpi [dua kali]. Satu malaikat datang dengan membawa (gambar)mu dalam sebuah potongan sutera yang bagus. Dia berkata kepadaku: “Ini adalah istrimu.” Maka akupun menyingkap wajahmu, ternyata engkaulah orangnya. Maka kukatakan, ‘Jika ini adalah dari sisi Allah, niscaya Dia akan melaksanakannya.” (HR. al-Bukhari (4832), (Ahmad )

Dia adalah istri Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- di dunia dan akhirat, sebagaimana telah valid di dalam as-Shahih.

Kecintaan Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- kepadanya dinampakkan secara terang-terangan, tidak disembunyikannya. Hingga beliau -Shalallahu alaihi wasalam- pernah ditanya:

أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : عَائَشِةُ قَالَ : فَمِنَ الرِّجَالِ ؟ قَالَ : أَبُوْهَا

“Manusia yang mana yang paling anda cintai, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “’Aisyah.” Dia bertanya lagi, ‘Lalu dari golongan laki-laki?’ Beliau menjawab: “Bapaknya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Adapun ilmunya, maka sungguh ‘Aisyah –Radiallahuanha- telah mengambil banyak ilmu dari Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam-. Dia termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits. Dan tidak ditemukan pada wanita ummat Muhammad -Shalallahu alaihi wasalam- yang lebih mengerti tentang agama Islam daripada ‘Aisyah -Radiallahuanha-.

Al-Hakim dan ad-Darimi meriwayatkan dari Masruq, bahwa dikatakan kepadanya, “Apakah dulu ‘Aisyah ahli dalam bidang faraidh?” Dia menjawab, “Ya, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku telah melihat para sahabat Nabi yang besar bertanya kepadanya tentang faraidh.”

Az-Zuhri berkata, “Seandainya ilmu ‘Aisyah dikumpulkan (kemudian) dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, maka pastilah ilmu ‘Aisyah lebih utama.”

(more…)

Iran Membunuh Dua Ulama Sunni

Iran Membunuh Dua Ulama Sunni

Ahlis Sunnah di Iran dihadang banyak tragedy serangan yang disasarkan terhadap mereka berupa tekanan, kedhaliman, dan pemusnahan dari arah rezim fanatisme golongan.ilustrasi eramuslim

Penguasa Iran melancarkan pembunuhan atas dua Ulama besar Ahlis Sunnah di kota Zahran Iran dengan tuduhan keterlibatan keduanya dalam aksi kebangkitan untuk pergolakan Iran. Ekskusi mati itu berlangsung pekan lalu dalam rangka sarana terror untuk menakut-nakuti jama’ah-jama’ah Sunni penentang di daerah-daerah yang dihuni oleh kebanyakan dari Ahlis Sunnah. Koran Al-Jumhuriyyah الجمهورية ” Mesir menyebutkan bahwa dua orang alim yang telah diekskusi mati itu adalah Maulawi Khalilullah Zari dan Hafidh Shalahuddin Sayyidi

مولوي خليل الله زاري وحافظ صلاح الدين سيدي

Dan pembunuhan terhadap kedua Ulama Sunni itu dalam rangka pengusiran abadi terhadap Ahlis Sunnah di Iran dan operasi pemberedelan politik, agama, dan informasi secara keras setelah revolusi Khumeini dimana Iran menegaskan pembersihan secara meluas terhadap buku-buku rujukan (referensi) agama yang Sunni (Ahlis Sunnah).

Ahlis Sunnah di Iran menghadapi banyak tragedy serangan yang disasarkan terhadap mereka berupa tekanan, kedhaliman, dan pemusnahan dari arah rezim fanatisme golongan di Iran, di antaranya pembunuhan terhadap pembesar-pembesar Ulama, penghancuran masjid-masjid, penutupan madrasah-madrasah Diniyyah, mengusir tokoh-tokoh agama (Islam Sunni) dan pelajar/ mahasiswa penuntut ilmu dengan menjauhkan mereka. Semua itu dilangsungkan dengan tujuan mencabut Ahlus Sunnah dan mewajibkan madzhab Syi’ah atas bangsa-bangsa di Iran yang Sunni dari suku Kurdi, Balusy, Turki, dan sebagian Arab lainnya secara paksa dan kekerasan, sebagaimana telah terjadi 5 abad yang lalu di mana Daulah Shafawiyah memaksa –dengan kerjasama dengan orang-orang salib— Iran untuk mensyi’ahkan dengan kekuatan pedang dan terror setelah tadinya bersahabat dan mempengaruhi di dunia Islam.

(more…)

Aqidah Ahlus Sunnah Tentang Ahlul Bait (bag.2)

AQIDAH AHLUS SUNNAH TENTANG AHLUL BAIT

(bag.2)

Abu Abdillah al-Dzahabi

qiblati0402

Pada Artikel yang lalu telah kita sampaikan 7 Keyakinan Ahlus Sunnah Tentang Ahlul Bait secara global. Kemudian kita lengkapi dengan kesaksian sebagian ulama salaf. Mereka adalah:

1. Khalifatu Rasulillah saw Abu Bakar al-Shiddiq ra (w. 13 H):

2. Amirul Mukminin Umar ibnul Khaththab ra (w. 23 H)

3. Zaid ibn Tsabit (w. 42 H)

4. Muawiyah ibn Abi Sufyan ra (w. 60 H)

5. Abdullah ibnu Abbas ra ( w. 68 H)

6. Abu Ja’far Ahmad ibn Muhammad at-Thahawi (w. 321 H)

7. Al-Hasan ibn Ali al-Barbahari (w. 329 H)

8. Abu Bakar Muhammad ibnul Husain al-Ajjurri (w. 360 H)

Kini marilah kita lanjutkan dengan keesaksian ulama yang lain:

9. Abdullah ibn Muhammad al-Andalusi al-Qahthani (w. 387 H)

Beliau berkata dalam Nuniyyahnya:

وَاحْفَظْ لِأَهْلِ اْلبَيْتِ وَاجِبَ حَقِّهِمْ # وَاعْرِفْ عَلِيّاً أَيَّمَا عِرْفَانِ

لاَتَنْتَقِصْهُ وَلاَ تَزِدْ فِي قَدْرِهِ # فَعَلَيْهِ تَصْلىَ النَّارَ طَائِفَتَانِ
إِحْدَاهُمَا لاَ تَرْتَضِيْهِ خَلِيْفَةً # وَتَنُصُّهُ الْأُخْرَى إِلَهاً ثَانِي

“Jagalah hak ahlul bait yang wajib # kenalilah Ali dengan sebenar-benar mengenal

Jangan engkau merendahkannya dan jangan pula engkau lebihkan dalam kedudukannya # Atas dasar itu ada dua kelompok masuk neraka

Yang satu tidak ridha ia menjadi khalifah # Yang lain menyatakan bahwa ia adalah sesembahan yang kedua.

(Lihat Kifayatul Insan Minal Qashaid al-Ghurr al-Hisan yang dikumpulkan oleh Muhammad Ahmad Sayyid: 41)

10. [Abu Utsman Ismail al-Shabuni al-Syafi’i -Rahimahullah- (w. 449)]*

Dalam kitab Aqidatus Salam Ashahabil Hadits ( Tahqiq DR. Nashir al-Judai’: 294) mengatakan: “Ashhabul Hadits memandang adanya tarahhum (mendoakan rahmat) untuk semua (maksud beliau seluruh sahabat yang pernah terlibat konflik karena fitnah Sabaiyyah; Ali, Mu’awiyyah, Aisyah dll) serta setia kepada mereka. Begitu pula mereka memandang adanya pengagungan kepada para isteri Nabi -Shalallahu alaihi wasalam-, mendoakan mereka, mengakui jasa mereka, dan mengakui mereka sebagai ibunda kaum mukminin.”

(more…)

Aqidah Ahlus Sunnah Tentang Ahlul Bait

qiblati0401

AQIDAH AHLUS SUNNAH TENTANG AHLUL BAIT (bag.1)

Abu Abdillah al-Dzahabi

Wasiat Nabi Tentang Ahlul Bait Yang Mulia:

Allah -Subhanahu wa ta’ala- berfirman:

قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

“Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. (QS. Al-Syura: 23)

Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

Zaid ibn Arqam -Radiallahu anhu- bercerita: Rasulullah berkhutbah di sebuah sumber mata air yang disebut Khum (Ghadir Khumm) yang terletak di antara makkah dan Madinah. Beliau memuji-muji Allah, memberi mau’izhah dan peringatan. Kemudian beliau bersabda: (more…)

Go to Top