“Kisah Insyafnya seorang ulama wahabi”
DIALOG
ANTARA SYAIKH AS-SA’DI
DENGAN SYAIKH ALWI AL-MALIKI

Insyaallah, edisi mendatang (9 tahun VI, Rajab 1432/Juni 2011) Qiblati akan menyuguhkan syubhat kisah dialog antara Syaikh Abdurrahman as-Sa’di (yang mereka sebut sebagai wahhabi) –rahimahullah- dengan syaikh Alwi al-Maliki –rahimahullah- tentang tabarruk (ngalap berkah) dengan air hujan yang mengalir dari pancuran Ka’bah, yang disebarkan oleh beberapa kyai (dengan judul Kisah Insyafnya seorang ulama wahabi) dan diamini oleh para santri.

Majalah Qiblati mengajak para cendekiawan dan peneliti untuk mengikuti bantahannya, yang merupakan kajian ilmiah yang amat penting!

Berikut ini foto-foto Ka’bah saat hujan yang mengasyikkan, pada hari Kamis 24 Muharram 1432 H setelah selesai shalat Zhuhur. Alhamdulillah tidak terlihat orang yang berebut air hujan dari pancuran/talang Ka’bah (al-Mizab) untuk ngalap berkah, tetapi cukup dengan mengambil air hujan yang pertama kali di tangan atau sengaja mengeluarkan kepalanya atau sebagian badannya agar kena air hujan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (hadis Anas dalam shahih Muslim) dan salaf shalih (seperti dalam Fathul Bari), atau bahkan uyut-uyutan sekaligus untuk kesegaran dan keasyikan, sesuatu yang langka di pelataran Ka’bah, atau untuk melanjutkan thawaf, shalat dan munajatnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak peduli dengan terik matahari atau guyuran air hujan.

Air hujan mancur dari talang ka’bah, tidak ada yang ngalap berkah dengannya apalagi berebutan.



Sangat lebat, jam Makkah tidak terlihat

Hujan sudah reda, jam kembali terlihat.