Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 16)
Para Penerus Perjuangan Abrahah.
Saudaraku! Anda pasti telah menghafal surat Al Fiil (Gajah)
{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ {1} أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ {2} وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ {3} تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ {4} فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ {5}
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” Al Fiil 1-5
Demikianlah Allah Ta’ala menyarikan kisah raja Yaman yang sangat angkuh. Ia merasa iri dengan keagungan Ka’bah yang senantiasa melekat di sanubari bangsa arab sejak zaman Nabi Ibrahim.
Abrahah banyak termenung dan bertanya-tanya, apakah yang menjadikan bangsa arab sejak dahulu mengagungkan Ka’bah dan selalu berhaji menuju kepadanya. Hari silih berganti, rasa irinypun semakin berkobar, hinga akhirnya ia berencana untuk memalingkan perhatian bangsa arab agar mereka meninggalkan Ka’bah dan berbondong-bondong menziarahi negrinya.
Untuk melancarkan rencana jahatnya ini, Abrahah membangun gereja yang sangat megah nan luas, dihiasi emas dan permata. Setelah bangunan gereja rampung dibangun, iapun menyeru bangsa arab untuk menziarahi gerejanya dan meninggalkan Ka’bah.
Berbagai iming-iming ia tawarkan kepada bangsa arab, akan tetapi tidak ada seorangpun yang sudi meninggalkan Ka’bah dan menziarahi gerejanya.
Bahkan seseorang dari Bani Fuqaim atau Bani Kinanah menghina gereja Abrahah. Lelaki itu mendatang i gereja Abrahah pada saat sunyi, lalu ia membuang hajat besar di dalamnya, dan selanjutnya ia melarikan diri.
Mendapat laporan tentang kejadian ini, iapun menjadi murka dan bersumpah akan menghancurkan Ka’bah, dan lanjut kisahnya seperti yang dikisahkan pada surat Al Fiil di atas.
Saudaraku! mungkin anda berkata, apa maksud penulis mengingatkan kisah Abrahah dalam buku ini?
Jawabannya ada pada pepatah arab yang berbunyi:
لِكُلِّ قَوْمٍ وَارِثٌ
“Setiap kaum itu pasti memiliki ahli waris (penerus)nya.”
Demikianlah halnya dengan Abrahah, pola pikir dan keinginannya di atas ada yang mewarisinya, bahkan memperjuangkannya agar benar-benar dapat terwujud. Itulah yang hendak dilakukan oleh para pengikut agama Syi’ah.
Saudaraku, coba cermati dua gambar berikut, lalu tentukan manakah kiblat anda dan juga kiblat umat Islam di seluruh penjuru dunia?
![]() (gambar 1: Ka’bah di kota Makkah) | ![]() (gambar 2: ka’bah di kota Najaf-Iraq) |
Saudaraku, dua gambar di atas, merupakan dua fakta yang sekarang ada di tengah-tengah umat Islam. Anda pasti sudah mengenal gambar pertama, bahkan mungkin pernah mendapat karunia dari Allah Ta’ala untuk mengunjunginya serta napak tilas sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berumrah dan berhaji.
Akan tetapi, saya yakin anda belum pernah, bahkan saya berdoa agar Allah melindungi anda dari ka’bah gambar 2, karena itu adalah ka’bah imitasi alias palsu.
Saudaraku!, mungkin anda tidak percaya dengan gambar di atas, dan mungkin juga anda akan berkata: ah itu hanya sekedar ilustrasi atau maket untuk latihan haji.
Saudaraku! Praduga anda ternyata kurang tepat, simaklah riwayat agama Syi’ah berikut:
قال الأصبغ بن نباتة: بينا نحن ذات يوم حول أمير المؤمنين عليه السلام في مسجد الكوفة، إذا قال: يا أهل الكوفة، لقد حباكم الله عز وجل بما لم يحب به من فضل مصلاكم؛ بيت آدم وبيت نوح وإدريس ومصلى إبراهيم الخليل، ومضلى أخي الخضر عليهم السلام، ومصلاي، وإن مسجدكم هذا لأحد الأربعة المساجد التي اختارها الله عز وجل لأهلها ….. ولا تذهب الأيام والليالي حتى ينصب الحجر الأسود فيه، وليأتين عليه زمان يكون مصلى المهدي من ولدي ومصلى كل مؤمن، ولا يبقى على وجه الأرض مؤمن إلا كان به أو حن قلبه إليه.
“Al Asbagh bin Nabatah mengisahkan: Pada suatu hari kami sedang duduk-duduk di sekitar Amirul Mukminin ‘alaihissalaam di dalam Masjid kota Kufah, tiba-tiba ia berkata: Wahai penduduk Kufah, sungguh Allah Azza wa Jalla telah mengaruniakan kepada kalian suatu keutamaan buat masjid kalian ini, suatu hal yang tidak pernah Ia karuniakan kepada selain kalian. Masjid kalian ini adalah rumah Nabi Adam, Nuh, Idris, dan tempat solat Nabi Ibrahim Al Khalil,dan saudaraku Khidir ‘alaihimussalam. Dan Masjid kalian ini adalah satu dari keempat masjid yang Allah Azza wa Jalla pilihkan untuk para penduduknya. ….. Tidaklah hari dan malam berlalu (datang qiyamat) hingga Hajar Aswad benar-benar telah disematkan padanya. Dan sungguh akan datang suatu masa, masjid ini menjadi tempat solat Imam Mahdi dari anak keturunanku, dan juga tempat solat setiap orang mukmin. Saat itu, tidaklah ada seorang mukmin melainkan akan mengunjunginya atau hatinya menjadi rindu untuk mengunjunginya.”
Riwayat ini dapat anda temukan di beberapa referensi terpercaya agama Syi’ah, diantaranya: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 1/231, karya As Syeikh As Shoduq wafat thn 381 H, Tafshil Wasaa’ilus Syi’ah (Aalul Bait) 5/258, karya Al Hur Al ‘Amily wafat thn: 1104 H, Bihaarul Anwaar 97/390, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn 1111 H, & Kasyful Ghitha’ 1/212, karya As Syeikh Ja’far Al Ghitha’ Qadah wafat thn: 1228 H.
Saudaraku! benar-benar penerus perjuangan Abrahah, menghancurkan Ka’baah, mencongkel Hajar Aswad, dan memindahkan ziarah (baca= haji) umat Islam dari ke Ka’bah kota Makkah menuju ke ka’bah “imitasi” kota Kufah.
Setelah membaca riwayat ini, masihkah anda beranggapan bahwa gambar ka’bah “imitasi’ di atas hanyalah ilustrasi belaka?
Riwayat-riwayat semacam inilah yang memotivasi agama Qaramithah (salah satu aliran sempalan agama Syi’ah) untuk melakukan pembantaian umat islam di kota Makkah pada tanggal 8 Dzul Hijjah tahun 317 H, dan mencongkel Hajar Aswad lalu membawanya pergi ke negri mereka di daerah pesisir teluk Persia.
Mungkin anda tak habis pikir, membaca fakta sejarah dan data dokumentasi agama Syi’ah ini. Dan mungkin juga anda bertanya-tanya: bukankah tokoh-tokoh agama Syi’ah telah membaca firman Allah Ta’ala :
[وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ[ البقرة 150
“Dan dari mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya” Al Baqarah 150. Apa yang menjadikan agama Syi’ah mengimani riwayat-riwayat semacam ini?
Coba anda terka, kira-kira apa jawaban agama Syi’ah terhadap pertanyaan anda ini?
Saudaraku! bila anda kembali mengingat-ingat apa yang telah saya paparkan di atas yang berkenaan dengan idiologi Syi’ah tentang Al Qur’an, niscaya anda akan menemukan jawabannya. Ayat 150 surat Al Baqarah yang anda pertanyaan ini tidak termaktub dalam Al Qur’an versi mereka.
Related Posts
Comments are closed.



Komentar