Artikel

Foto-foto Ghadir Khum

foto-foto ghadir (sumber air) Khum, di Juhfah. Juhfah terletak 15 km dari Rabigh. dan 160 km dari Mekah, bukan tempat berkumpulnya para jamaah haji.

foto-ghadir-khum-1

foto-ghadir-khum-1

(more…)

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah:

حديث الغدير :

والحديث أصله في صحيح مسلم من حديث زيد بن أرقم – رضي الله عنه – أنه قال :” قام رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يوما فينا خطيبا بماء يدعى خما بين مكة والمدينة فحمد الله وأثنى عليه و وعظ وذكر ثم قال : أيها الناس فإنما أنا بشر يوشك أن يأتي رسول ربى فأجيب وأنا تارك فيكم ثقلين : أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به )فحث على كتاب الله ورغب فيه ثم قال(وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي ” .

وجاء في بعض طرق الحديث أن النبي – صلى الله عليه وسلم أمر بالصلاة فأخذ بيد علي – رضي الله عنه – فقال :” ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم ؟ قالوا : بلى . قال ألست أولى بكل مؤمن من نفسه قالوا : بلى قال : فهذا ولي من أنا مولاه ، اللهم وال من والاه ، اللهم عاد من عاداه ” .

وفي رواية ” من كنت مولاه فعلي مولاه “

(more…)

Refleksi Keislaman Seorang Tokoh

Dalam suatu kesempatan (15 R. Awal 1431 H), saya mengikuti ceramah yang disampaikan oleh seorang tokoh besar dalam pergerakan islam dan politik di negara kita. Saya sangat senang dengan pertemuan tersebut karena beliau menyampaikan pemikiran yang menurut saya sangat bersih. Beberapa poin pemikiran yang beliau sampaikan antara lain:

  1. Organisasi yang pernah beliau pimpin dilahirkan dalam suasana yang sangat sulit dimana negaranya masih dikuasai penjajah asing, sementara itu sistem feodalisme dan keyakinan masyarakat yang diwarnai animisme, dinamisme, takhayul, bid’ah dan khurafat merajalela. Dalam kondisi tersebut, ulama yang mendirikan organisasi yang sempat beliau pimpin begitu cerdas melihat peluang. Bagi beliau kesulitan tidak menjadikan da’wah mandeg, melainkan harus dijalankan dengan cerdas. Pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial adalah bidang da’wah strategis yang beliau galakkan.
  2. Oleh karena itu, ditengah berbagai persoalan bangsa sekarang ini, perlu dilakukan perenungan kembali terhadap keislaman kita. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut islam sebagai ummatan wasathon (umat pertengahan, adil), khairan ummah (umat terbaik) dan syuhada’ ‘alannaas (saksi atas manusia/contoh dan teladan bagi manusia). Contoh terbaik kita adalah Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam sehingga kita harus melihat apa yang Rasul lakukan untuk kehidupan manusia pada umumnya terutama untuk menunjukkan ketiga atribut tadi. Rasul bukan hanya seorang yang pandai berucap dan membuat konsep, tetapi beliau adalah aktor ulung dalam setiap bidang. Beliau adalah pemimpin agama, pemimpin politik, bahkan komandan dalam peperangan. Beliau punya keutamaan dibandingkan nabi dan rasul yang lain sehingga termasuk kelompok rasul ulul ‘azmi, bahkan yang terdepan. Sama dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang berhadapan dengan raja Namrud, Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Fir’aun, Nabi Isa ‘alaihissalam dengan kekuasaan raja-raja Romawi dan Persia, Rasul Muhammad salallahu’alaihi wassalam menghadapi kerasnya tantangan kaum Qurais. (more…)

Syi’ah Menyalahi Ahlul Bait (3)

gen2Orang-Orang Syi’ah memiliki sebuah do’a yang mereka namai “do’a dua berhala Quraisy” maksudnya Abu Bakar dan Umar, yaitu do’a yang mereka idolakan sebagai wasilah taqarrub kepada Allah SWT -menurut dugaan mereka yang sesat itu-, mereka sangat memeperhatikannya dalam shalat-shalat mereka.

Do’a itu berbunyi: “Ya Allah laknatilah kedua berhala Quraisy, kedua patung Quraisy, kedua thaghut Quraisy, kedua pendusta Quraisy dan kedua putrinya. Keduanya telah menyalahi perintah-Mu, menolak wahyu-Mu, mengingkari nikmat-Mu, mendurhakai Rasul-Mu, membalik agama-Mu, merubah kitab-Mu, mencintai musuh-musuh-Mu, melupakan semua karunia-Mu, menelantarkan hukum-hukum-Mu dan mengingkari bukti-bukti kebenaran (dari)-Mu…..Ya Allah laknatilah keduanya dalam relung rahasia-Mu dan dalam alam nyata-Mu, laknat yang banyak, terus-menerus, abadi, selama-lamanya, tidak pernah henti dan tidak pernah putus, tidak pernah habis dan tidak pernah pupus, menerjang awalnya dan tidak kembali akhirnya, untuk mereka, pembantu mereka, penolong mereka, pecinta mereka, para mawali mereka, yang pasrah kepada mereke, yang cenderung kepada mereka, yang meninggikan mereka, yang meneladani ucapan mereka dan yang membenarkan hukum mereka. Ya Allah siksalah mereka dengan siksa yang penduduk nerakapun berlindung dari padanya. Amin ya Rabbal ‘Alamin”.[1]

Mereka mengatakan keutamaan do’a ini luar biasa agung dan luhur, mereka mengucapkan dusta atas Ali bahwa Ali membacanya dalam qunut dan mengatakan tentang fadhilahnya,

“Orang yang berdo’a dengannya bagaikan pemanah bersama Nabi pada perang Badar dan pada perang Hunain dengan seribu anak panah”.[2]

Ya Allah jadikanlah seribu anak panah di leher-leher mereka sendiri!

Al-Kasy-syi pembesar Syi’ah ini, meriwayatkan dalam al-Jarh wa at-Ta’dil dari Hamzah ibn Muhammad ath-Thayyar, ia berkata: “Kami menyebut Muhammad ibn Abi Bakar di hadapan Abu Abdillah.” Maka imam berkata: “Semoga Allah merahmatinya, ia (Muhammad ibn Abi Bakar) berkata kepada Amirul Mukminin pada suatu hari: “Berikan tanganmu aku akan membai’atmu,” (more…)

Abdullah Ibn Saba’

ABDULLAH IBN SABA`

Sayyid Husain al-Musawi

(diterjemah oleh Abu Hamzah ibnul Qamari)

Sayyid Husain al-Musawi (ulama Najaf) dalam kitabnya Lillahi Tsumma Littarikh, terbitan Darul Amal Kairo, halaman 9-13 mengatakan:

Sesungguhnya yang yang masyhur di tengah-tengah kita- kaum syiah- bahwa Abdullah ibn Saba` adalah tokoh fiktif yang tidak ada hakikatnya, diciptakan oleh ahlussunnah untuk menikam orang syiah dan aqidahnya, sehingga mereka menisbatkan pendirian tasyayyu’ kepadanya agar manusia lari daripadanya dan dari madzhab ahlul bait.

Saya bertanya kepada sayyid Muhammad al-Husain Alu Kasyif al-Ghitha` tentang Ibn Saba` maka beliau berkata: Ibnu Saba` adalah khurafat (dongeng) yang diciptakan oleh dinasti umawiyyah dan abbasiyyah karena dengki kepada ahlul bait yang suci. Maka orang yang berakal tidak seharusnya menyibukkan diri dengan tokoh fiktif ini.

Akan tetapi saya menemukan dalam kitab beliau yang terkenal “Ashl as-Syiah wa Ushuluha” halaman 40-41 sesuatu yang menunjukkan adanya tokoh ini dan kebenarannya,. Beliau berkata: Adapun Abdullah ibn saba` yang mereka kaitkan dengan syiah atau mereka kaitkan syiah dengannya maka kitab-kitab syiahini semuanya melaknatnya dan berlepas diri darinya..”

Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah pernyataan tentang adanya sosok ini. Ketika saya menanyakan hal itu kepada beliau, beliau berkata: Sesungguhnya kkami mengatakan itu hanya karena taqiyyah (berbohong). Jadi kita tersebut yang dituju adalah ahlussunnah, oleh karena itu aku katakan sesudahnya: dengan catatan bahwa sangat mungkin hadits-hadits tentang abdullah ibn saba` dan semacamnya hanyalah khurafat yang dipalsukan oleh tukang cerita dan tukang begadang.”

Sayyid Murtadha al-Askari telah menulis kitabnya: Abdullah ibn saba` wa asathir ukhra (Abdullah ibn saba dan dogeng-dongeng lain), dia didalamnya mengingkari adanya sosok ibn saba`, sebagaimana diingkari oleh sayyid Muhammad Jawad Maghniyyah dalam prolognya terhadap kitab al-Askari tersebut.

(more…)

Go to Top