Abdullah Ibn Saba’
ABDULLAH IBN SABA`
Sayyid Husain al-Musawi
(diterjemah oleh Abu Hamzah ibnul Qamari)
Sayyid Husain al-Musawi (ulama Najaf) dalam kitabnya Lillahi Tsumma Littarikh, terbitan Darul Amal Kairo, halaman 9-13 mengatakan:
Sesungguhnya yang yang masyhur di tengah-tengah kita- kaum syiah- bahwa Abdullah ibn Saba` adalah tokoh fiktif yang tidak ada hakikatnya, diciptakan oleh ahlussunnah untuk menikam orang syiah dan aqidahnya, sehingga mereka menisbatkan pendirian tasyayyu’ kepadanya agar manusia lari daripadanya dan dari madzhab ahlul bait.
Saya bertanya kepada sayyid Muhammad al-Husain Alu Kasyif al-Ghitha` tentang Ibn Saba` maka beliau berkata: Ibnu Saba` adalah khurafat (dongeng) yang diciptakan oleh dinasti umawiyyah dan abbasiyyah karena dengki kepada ahlul bait yang suci. Maka orang yang berakal tidak seharusnya menyibukkan diri dengan tokoh fiktif ini.
Akan tetapi saya menemukan dalam kitab beliau yang terkenal “Ashl as-Syiah wa Ushuluha” halaman 40-41 sesuatu yang menunjukkan adanya tokoh ini dan kebenarannya,. Beliau berkata: Adapun Abdullah ibn saba` yang mereka kaitkan dengan syiah atau mereka kaitkan syiah dengannya maka kitab-kitab syiahini semuanya melaknatnya dan berlepas diri darinya..”
Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah pernyataan tentang adanya sosok ini. Ketika saya menanyakan hal itu kepada beliau, beliau berkata: Sesungguhnya kkami mengatakan itu hanya karena taqiyyah (berbohong). Jadi kita tersebut yang dituju adalah ahlussunnah, oleh karena itu aku katakan sesudahnya: dengan catatan bahwa sangat mungkin hadits-hadits tentang abdullah ibn saba` dan semacamnya hanyalah khurafat yang dipalsukan oleh tukang cerita dan tukang begadang.”
Sayyid Murtadha al-Askari telah menulis kitabnya: Abdullah ibn saba` wa asathir ukhra (Abdullah ibn saba dan dogeng-dongeng lain), dia didalamnya mengingkari adanya sosok ibn saba`, sebagaimana diingkari oleh sayyid Muhammad Jawad Maghniyyah dalam prolognya terhadap kitab al-Askari tersebut.
Abdullah ibn saba` adalah salah satu faktor yang membuat myoritas syiah mendendam ahlussunnah. Tidak diragukan lagi bahwa aghluissunnah yang berbicara tentang ibn saba` tidak terbilang jumlahnya, akan tetapi syiah tidak mempercayai mereka karena adanya khilah dengan mereka.
Akan tetapi kalau kita membaca kitab-kitab kita yang standart kita dapati ibn saba` adalah sosok hakiki meskipun diingkari oleh ulama kita atau sebagian mereka. Berikut sebagian penjelasan:
- Dari Ja’far as bahwa Abdullah ibn saba` dulu mengaku sebagai nabi, dan mengklaim bahwa amirul mukminin adalah Allah-maha suci Allah dari hal ini-. lalu hal ini terdengar oleh amirul mukminin as, maka ia memanggilnya dan menanyaimnya.Dan diapun mengakuinya dan berkata: betul, anda adalah Dia. Telah dilontarkan dalam benakku bahwa anda adalah Aallah, dan aku adalah nabi. Maka amirul mukminin berkata: celaka kamu, kamu telah dikuasai setan. Kembalilah dari yang demikian, semoga ibumu kehilangan kamu, dan bertaubatlah. Maka ia menolak, maka ali menahannya dan memintanya bertaubat dala m3 hari. Dia tidak bertaubat maka dia membakarnya dengan api, dia berklata: Sesungguhynya setan mempengaruhinya. Setan datang kepadanya dan melontarkan dalam benaknya.”
Dari abu abdillah dia berkata: Allah melaknat abdulah ibn saba`, dia mengaku rububiyyah pada diri amirul mukminin as. Sungguh amirul mukmini nadalah hamba Allah yang taat. Sungguh celaka bagi yang berdusta atas nama kami. Sesungguhnya ada satu kaum yang berkata tentang kami seuatu yangtidak pernah ada pada diri kami. Kami berlepas diri pada Allah dari mereka. Kami berlepas diri pada Allah dari mereka. (Ma’rifaul Akhbar al-Rijal, al-Kasysyi, 70-71) dan masih ada riwayat-riwayat lain.
- al-Mamqani berkata: Abdullah ibn saba` yang kembali kepada kufur dan menampakkan ghuluuw.” Dia juga berkata: “Orang Ghuluw yang terlaknat, dibakar oleh amiru;mukminin dengan api. Dia mengklaim ali sebagai tuhan dan di sendiri sebagai nabi.” Tanqihul Maqal fi Ilmir Rijal, 2/183-184)
- an-Naubakhti berkata: “Sabaiyyah mengatakan dengan imamah Ali, bahwa ia adalah fardhu dari Allahazza wajalla. Mereka adalah sahabat Abdullah ibn saba`Dia adalah termasuk orang yang menampakkan celaan terhadap Abu Bakar, Umar, Usman dan sahabat, dan berlepas diri dari merelka.. Dia berkata: Sesungguhnya Ali as memerintahkannya untuk itu” Maka Ali mengambilnya lalu menanyainya tentang ucapannya ini, maka iapun mengakuinya. Lantas Ali memerintahkannya untuk dibunuh, maka orang-orang pada berteriak, mengatakan: wahai amirul mukminin apakah anda akan membunuh orang yang mengajak untuk mencintai anda ahlulbait, dan kepada kewalian anda dan baraah (berlepas diri dari musuh-musuh anda? Maka Ali membuangnya ke Madain.
Sejumlah ahli ilmu menceritakan bahwa abdullah ibn saba` adalah orang yahudi lalu masuk Islam dan loyal pada Ali. Pada saat ia masih yahudi ia mengatakan tentang Yusya` ibn Nun setelah Musa as dengan ucapan ini. maka paa waktu ia Islam ia mengatakan seperti itu tentang Ali ibn Abi Thalib. Dia adalah orang pertama yang mesyiarkan ucapan tentang wajibnya imamah Ali as, dan menampakkan bara`ah (berlepas diri) dari musuh-musuhnya. Dari sini berkatalah orang yang berseberangan dengan syiah: sesungghynya akar rafdh (syiah) adalah diambil dari Yahudiyyah. (Firaq al-Syiah, hal. 32-44)
- Swa’ad ibn Abdillah al-Asy’ari al-Qummi ketika menjelaskan tentang sekte sabaiyyah berkata: “Sabaiyah adalag para sahabat Abdullah ibn Saba`, yaitu abdulah ibn wahab al-Rasibi al-Hamadani. Ia dibantu untuk itu oleh abdullah ibn Kharsi, dan ibn aswad, yang keduanya adalah sahabatnya yang paling agung. Dia adalah orang pertama yang menampakkan celaan terhadap Abu Bakar, Umar, Usman dan para sahabat, serta berlepas diri dari mereka.” (Al-Maqalat wal-Firaq, hal. 20)
- Ibn Abil Hadid menyebutkan bahwa Abdullah ibn Saba`mendatangi Ali saat beliau berkhutbah, lalu berkata: “Anda, anda.” Dia mengulang-0ulanmgnya, maka Ali berkata kepadanya: Celaka kamu, siapa aku? Maka ia menjawab: engkau adalah Allah, maka Ali memerintah menangkapnya dan menangkap orang-orang bersamanya yang sependapat dengannya. (Syarh Nahjul Balaghah, 5/5)
- As-Sayyid Ni’matullah al-Jazairi berkata: Abdullah ibn Saba` berkata kepada Ali as: anda adalah ilah (sesembahan) sebenarnya. Maka Ali membuangnya ke Madain. Dikatakan, dia dulu yahudi lalu masuk Islam. Waktu yahudiyah dia mengatakan tentang Yusya` ibn Nun dan tentang Musa as seperti yang ia ucapkan tentang Ali. (Al-Anwar al-Nu’maniyyah, 2/234)
Ini adalah enam (6) kutipan dari sumber-sumber standart yang bermacam-macam; sebagiannya dalam kitab al-Rijal, sebagian lagi dalam fikih dan firaq. Kita sengaja meninggalkan kutipan-kutipan lainnya agar tidak panjang. Semuanya menetapkan soosok yang namanya Abdullah ibn Saba`. Maka kta tidak mungkin menafikan keberadaannya setelah ini, apalagi amirul mukminin as telah bertemu dengan abdullah ibn saba`. Cukuplah amirul mukminin sebagai hujjah. Jadi tidak mungkin memungkiri keberadaannya.
Kesimpulan:
Dari pernyataan-pernyataan diatas bisa kita simpulkan:
- menetapkan keberadaan sosok ibn Saba`, dan keberadaan kelompok yang menolongnya, mengajak kepada ucapannya. Kelompok ini disebut sabaiyyah.
- ibn saba tadinya yahudi lalu menampakkan Islam. Meskipun ia menampakkan islam namun ia sebenarnya tetap diatas keyahudiyahannya, dan mulai menyebar racunnya dari situ.
- dialah yang menampakkan celaan terhadap abu bakar, umar dan usman serta para sahabat. Dia orang yang pertama kali mengucapkan itu. dia orang pertama kali mengatakan imamah Ali as. Dialah yang mengatakan bahwa ali adalah washiyyunnabi (penerima wasiuat Nabi) saw. Dan dia mengutip ini dari yahudiyyah. Dia tidak mengatakan ini kecuali karena mencintai ahlul bait, dan mengajak wilayah mereka , bara` dari musuh-musuh mereka- yaitu sahabat dan orang-orang yang setia dengan sahabat, menurut mereka.
Jadi sosok abdullah ibn sba` adalah nyata, tidak mungkin pura-pura tidak tahu atau mengingkarinya. Oleh karena itu datang pernyataan nyata tentangnya, tentang keberadaannya dalam kitab-kitab kita dan rujukan-rujukan kita yang standart. Untuk lebih mengetahui tentang sosok ini baca kitab berikut;
Al-Gharat, al-tsaqafi,
Rijal al-Thusi
Al-Rijal al-Hilli
Qamus al-Rijal, al-tustari
Dairatul ma’arif yang disebut Muqtabas al-Atsar, lila’lami al-Hairi
Al-Kuna wal-Alqab, Abbas al-Qummi
Hallul Isykal, Ahmad ibn thawus (673), al-Rijal, ibn Daud
Al-Tahrir, Thawusi
Maj’maul Rijal, al-Qahba`i
Naqd al-Rijal, Tafarsyi
Jami’I al-Ruwah, al-Maqdisi al-Ardabili
Manaqib Alu Abi Thalib, Ibn Syahr Asyub
Miratul anwar, Muhammad ibn Thahir al-Amili
Ini sekedar contoh, bukan pembatasan, lebih dari 20 kitab dari kitab-kitan rujukan kami menyatakan adanya Ibn Saba`. Maka yang mengherankan adalahfuqaha` kita seperti al-Murtadha al-Askari dan assayyid Muhammad Jawad Maghniyah dan lainnya menafikan keberadaan sosok ini. tentu saja tanpa ragu-ragu ucapan mereka ini tidak benar sama sekali.
(Malang, Malam Sabtu, malam 1 Ramadhan 1430)


“Anda betul. orang syiah itu selalu memaki istri-istri Nabi dan para sahabat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam terutama sahabat Abu Bakar dan putrinya dan Umar serta putrinya. bahkan orang syiah itu mencaci orang-orang ahli syurga itu dalam shalat mereka. memang agama syiah itu agama cacian, kedengkian dan dendam.
terimakasih atas tulisannya.”
Belum pernah lihat cara shalatnya orang syiah ya…mau tau tentang syiah jgn tanya sama orang yg bukan syiah… tanyakanlah ke orang syiah nya langsung.. jadi gak dapet info yang palsu
“JANGANLAH KALIAN SALING MEMBENCI, MEMAKI. BUKANKAH KALIAN ORANG YANG BERAGAMA? BUKANKAH TIAP HARI BIBIR ANDA DIGUNAKAN UNTUK SHOLAT, DZIKIR DAN MEMBACA QUR’AN”
SEMOGA SETIAP MAKHLUK TERBUKA HATINYA…………….
assalamu’alaikum. ada yang ingin saya tanyakan tentang syi’ah tapi tak tau harus lewat mana.
begini, ada yang mengupload di facebook, mengutip dari kitab Gen Syi’ah tentang persamaan Syi’ah dengan Yahudi, bahwa mereka sama-sama mengakhirkan sholat maghrib sampai munculnya bintang-bintang. lalu ada orang syi’ah berkomentar, memangnya orang yahudi itu agamanya apa kok ada sholatnya. juga tentang cara salam yang hanya menepuk paha. bagaimana kita menjelaskannya ustadz?
oya, jaryu dan marmahi itu ikan apa ya ustadz? apa benar orang syi’ah mengharamkan kelinci dan ikan lele?
afwan kalo pertanyaannya tidak nyambung dengan artikelnya. barokallohufikum
ada yang bilang (orang syiah), bahwa penulis buku “Lillahi tsumma littarikh” sdh diterj. “Mengapa Saya keluar dari syiah” adalah orang fiktif, benarkah demikian?, lalu kenapa ada fatwa mati utk penulis tsb, dan semua gelar keilmuannya dicabut. mohon pencerahannya dari antum sekalian
Bahkan seandainya di benar2 adapun, dia tak kan menduga bahwa perjuangannya menghacurkan dan memecah belah ummat akan seberhasil saat ini : Dengarlah hati anda : Tidakkah anda (para ahlusunnah)membenci syiah sebagaimana anda(para ahlusunnah) membenci yahudi? Demikian juga sebaliknya?
Assalamualaikum
Para Orientalist melakukan penyelidikan terhadap Abdullah ibn Saba. Mereka menyimpulkan bahwa Abdullah ibn Saba adalah TOKOH FIKTIF.