Posts tagged Artikel

Sikap Ahlul Bait Terhadap Khulafa’ Rasyidun

SIKAP AHLUL BAIT TERHADAP KHULAFA’ RASYIDUN

Sungguh telah bercampur menjadi satu rasa itsar (mengutamakan orang), muwasah (saling menyantuni), muanasah (saling menyayangi) antara ahlul bait dan Khulafa Rasyidin, dalam bentuk yang paling baik, setelah Islam mengikis habis ashabiyyah Jahiliyyah dari hati mereka, dan menggugurkan dari akal mereka pembela nasab, warna dan tanah air.

Sudah sangat wajar jika musuh Islam dari Syi’ah dan yang lainnya mereka tidak sengan dengan ukhuwah ini. Ada satu kaum yang tiang pancangnya adalah Ibn Saba’ yang Yahudi itu. Apakah yang ditunggu-tunggu dari mereka, selain tuduhan-tuduhan dan dakwaan palsu ?!

Sudah menjadi kewajiban bila kita memulai dengan Abu Bakar as-Shiddiq, Abu Bakar rodiallohu ‘anhu dan hubungannya dengan ahlul bait.

ALI MEMBAI’AT ABU BAKAR

Ali rodiallohu ‘anhu menceritakan, bagaimana proses pembai’atannya kepada Abu Bakar rodiallohu ‘anhu , “Maka saya ketika itu berjalan mendatangi Abu Bakar rodiallohu ‘anhu saya membai’atnya dan saya bangkit dalam peristiwa-peristiwa itu hingga kebatilan tersingkir dan lenyap serta “Kalimat Allah” menjadi yang tertinggi sekalipun orang-orang kafir tidak suka. Abu bakar rodiallohu ‘anhu memimpin dalam peristiwa-peristiwa tadi, dia memudahkan, meluruskan, mendekatkan dan tidak mengada-ada, maka saya menyertainya sebagai penasehat. Dan saya mentaatinya semaksimal mungkin dalam hal-hal yang dia mentaati Allah SWT”.[1]

Dalam suratnya yang dilayangkan kepada penduduk Mesir bersama petugasnya Qais ibn Sa’ad ibn Ubadah al-Anshari, Ali rodiallohu ‘anhu menulis:

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari hamba Allah Ali Amirul Mukminin. Kepada semua orang Muslim yang suratku ini sampai kepadanya.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Amma ba’du.

Sesungguhnya Allah SWT dengan kebaikan penciptaan-Nya, keputusan-Nya dan pengaturan-Nya telah memilih Islam sebagai agama-Nya, agama para malaikat-Nya dan para Rasul-Nya. Karenanya Dia mengutus para Rasul-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan Dia telah mengkhususkan orang-orang yang Dia pilih dari makhluk-makhluk-Nya. Maka di antara kemuliaan Allah SWT dan keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat ini adalah diutusnya Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam kepada mereka. Lalu Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam mengajari mereka al-Qur’an, al-Hikmah, as-Sunnah dan al-Faraidh. Dia telah mendidik mereka agar mendapat hidayah. Dia telah menyatukan mereka agar tidak berpecah belah. Dia telah menyucikan mereka agar menjadi bersih. Setelah tugas-tugas itu dia rampungkan Allah SWT mencabutnya (diangkat) ke sisi-Nya. Semoga shalawat, salam, rahmat dan ridha Allah senantiasa dicurahkan kepadanya. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji dan Diagungkan. (more…)

Pernikahan yang Berkah

 

Pernikahan Imam Ali dan Fathimah az-Zahra`
(Binti Rasulillah shallallahu ‘alai wa’ ala alihi wa salallam)

 
§ Pengantin

  • Mempelai laki-laki adalah Ali bin Abi Thalib , sang pahlawan yang penakluk, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
  • Mempelai wanita adalah putri sayyidil Mursalin- shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’im- sayyidati nisa` ahlil jannah Fathimah Ummu as-Sibthaini radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
§ Pinangan
Abu Bakar as-Shiddiq, Umar ibn Khatthab dan Sa’ad ibn Muadz mengisyaratkan agar meminang Fathimah untuk Ali rodiallohu ‘anhu.[1]
§ Waktu dan Tempat
  • Setelah pulang dari Perang Badar al-Kubra, tahun 2 H
  • Di Madinah an-Nabawiyyah.

Bantahan Terhadap Makalah Ulil Abshar (13)

22. Ulil juga mengatakan : “Teks Qur’an tidaklah sesusatu yang “self sufficient”, mencukupi dirinya sendiri … karena teks Qur’an sebetulnya adalah teks yang tali temali, kait berkelindan dengan teks-teks lain….. antara lain adalah: sejarah sosial masyarakat Arab, tradisi literal yang sangat kaya dan maju pada zaman itu, konteks politik dan hubungan-hubungan kekuasaan pada masa turunya wahyu, tradisi-tradisi kepercayaan dan keagamaan yang hidup pada saat tersebut, dan sebagainya (Alinia 14)
Ada dua hal yang perlu kita komentari:
Pertama: “ Qur’an tidak bisa mencukupi dirinya sendiri”. Ini adalah ucapan yang lancang, tidak mengangungkan sama sekali kepada Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an dan yang telah menyatakan dengan benar[1]:
] وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ[
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu “ (an-Nahl; 89) (more…)

Foto-foto Ghadir Khum

foto-foto ghadir (sumber air) Khum, di Juhfah. Juhfah terletak 15 km dari Rabigh. dan 160 km dari Mekah, bukan tempat berkumpulnya para jamaah haji.

foto-ghadir-khum-1

foto-ghadir-khum-1

(more…)

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah:

حديث الغدير :

والحديث أصله في صحيح مسلم من حديث زيد بن أرقم – رضي الله عنه – أنه قال :” قام رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يوما فينا خطيبا بماء يدعى خما بين مكة والمدينة فحمد الله وأثنى عليه و وعظ وذكر ثم قال : أيها الناس فإنما أنا بشر يوشك أن يأتي رسول ربى فأجيب وأنا تارك فيكم ثقلين : أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به )فحث على كتاب الله ورغب فيه ثم قال(وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي ” .

وجاء في بعض طرق الحديث أن النبي – صلى الله عليه وسلم أمر بالصلاة فأخذ بيد علي – رضي الله عنه – فقال :” ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم ؟ قالوا : بلى . قال ألست أولى بكل مؤمن من نفسه قالوا : بلى قال : فهذا ولي من أنا مولاه ، اللهم وال من والاه ، اللهم عاد من عاداه ” .

وفي رواية ” من كنت مولاه فعلي مولاه “

(more…)

Go to Top