Buku
Sikap Ahlul Bait Kepada Utsman Radhiallahu ‘Anhu
Sesungguhnya tinta ini terhenti karena malu dan ingin bersembunyi dari orang yang disegani oleh para malaikat, yaitu “Zhun an-Nuraini” yang telah dimuliakan dengan kemuliaan yang tidak mungkin diperoleh oleh manusia manapun. Dialah satu-satunya orang yang menjadi pendamping dua putri seorang Nabi, semenjak Allah menciptakan bumi ini dan hingga hari kiamat tiba. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menikahkan Utsman dengan putrinya yang bernama Ruqayyah dan setelah Ruqayyah wafat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahkannya dengan saudara perempuan Ruqayyah yang bernama Ummu Kultsum. Karena itulah Utsman digelari “Zhu an-Nuraini” (pemilik dua cahaya). (more…)
Sikap Ahlul Bait kepada Umar Radhiallahu ‘Anhu
Mamduh Farhan al-Buhairi
(dari buku Gensyiah)
Jika disebut Umar maka tidak terlintas di benak seseorang melainkan Umar ibn al-Khattab Radhiallahu ‘Anhu yang memiliki firasat dan ilham Rabbani. Yang telah berandil besar di dalam membangun keagungan Islam. Ia ikut meletakkan batu pertama bersama “Ash-Shadiq” dan “al-Amin” Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan “ash-Shiddiq”. Dia menyebarkan Islam hingga mengantarkan agama ini ke negri Persi (negri Majusi), dia menang dan memenangkan agama. Dia adalah penolong yang paling baik, telah berhasil melenyapkan kekuatan raksasa di muka bumi ini yang ditakuti oleh bangsa-bangsa dunia. Dia telah memecah taring-taringnya dan menjadikan hina setelah jaya, karena tidak ada kemuliaan sejati melainkan di bawah naungan panji Islam. Sebelumnya dia telah menghinakan kaum Musyrik Arab ketika hijrahnya, karena dia tidak hijrah secara sembunyi-sembunyi. Dan dialah satu-satunya orang yang hijrah di siang hari bolong. Setelah dia thawaf di Ka’bah, dia berbicara kepada seluruh orang-orang Quraisy. Dia mengatakan: “Barang siapa ingin menjadikan ibunya kehilangan anaknya atau ingin menjadikan yatim anaknya atau ingin menjadikan janda istrinya (maksudnya siapa yang ingin mati) maka temuilah aku di balik lembah ini”. (more…)
Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 10)
Empat alasan sekte Syi’ah mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Saudaraku yang budiman! Setelah membaca berbagai nukilan dari para pemuka agama Syi’ah, mungkin anda jadi bertanya-tanya: Sebenarnya apa yang mendorong agama Syi’ah membenci para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terutama ketiga Khulafa’ Ar Rasyidin? (more…)
Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 9)
Para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam persepsi para Imam-imam sekte Syi’ah .
Mungkin anda bertanya-tanya karena penasaran, dari manakah asal usul keyakinan agama Syi’ah tentang para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang demikian itu? Mungkinkah idiologi mereka itu benar-benar diajarkan oleh kedua belas imam mereka ?
Agar anda dapat mengetahui sejauh mana keselarasan idiologi agama Syi’ah dengan keimanan kedua belas Imam mereka, maka saya mengajak anda untuk merenungkan beberapa hal berikut:
Al-Qur’an adalah Wahyu Verbal, Tekstual, dan Eksplisit
Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 16)
Sebagai penutup Ulil mengingatkan: “Harap jangan lupa: wahyu verbal dalam al-Qur`an hanyalah separuh wahyu yang harus dilengkapi dengan wahyu non-verbal. Dengan cara itulah kita bisa menghindari sikap bibliolaristik.” (alinea 13)
Sebelumnya Ulil juga mengatakan: “bahwa wahyu tekstual adalah “separoh” saja dari wahyu al-Qur`an yang sesungguhnya (yang lain adalah “wahyu implisit” (dalam bentuk konteks sosial),… (alinea 10)
Komentar