Buku

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 8)

Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Dalam Idiologi Syi’ah.

Sahabat para nabi dan rasul adalah manusia-manusia pilihan. Mereka dipilih Allah untuk meneladani dan membela dakwah para nabi dari hambatan dan rintangan pemuja Iblis. Pengorbanan mereka dalam membela dan memperjuangkan dakwah para nabi tidak dapat diragukan lagi.

Tidak mengherankan bila mereka menjadi generasi paling unggul pada setiap masa.

Sahabat nabi Nuh ‘alaihissalaam yang ikut serta dalam perahunya adalah generasi paling unggul dari umatnya. Sahabat Nabi Musa ‘alaihissalam yang ikut serta bersama beliau ketika menyebrangi laut Merah adalah generasi paling unggul dari umatnya. Sahabat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam yang dengan gagah membelanya dari makar musuh-musuh adalah generasi paling istimewa dari umatnya.

(more…)

Abu Bakar dan Fatimah Geger Soal Warisan?

Ibnu Qomari al-Sanuwi

Kita sering mendengar dari orang-orang syiah atau dari buku-buku syiah bahwa Abu Bakar menzalimi Fatimah karena menghalanginya dari warisan tanah Fadak (yang skarang disebut al-Haith).

Gapura menuju Fadak

(more…)

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 7)

Al Qur’an Al Karim Dalam Persepsi Syi’ah.

Al Qur’anul Karim adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk membebaskan mereka dari kesengsaraan hidup menuju kepada kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.

(إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا ( الإسراء 9)

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” Al Isra’ 9.

Syeikh Abdurrahmab As Sa’dy rahimahullah berkata:: “Pada ayat ini, Allah Ta’ala mengabarkan tentang kemuliaan dan keagungan Al Qur’an. Sebagaimana mengabarkan bahwa Al Qur’an memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. Maksudnya lebih adil, dan lebih mulia, baik dalam hal idiologi, amalan atau akhlaq. Sehingga, barang siapa yang menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk, maka ia adalah orang yang paling sempurna, paling lurus dan paling benar dalam segala urusannya.” (1)

(more…)

Manusia sebagai “Partner” dari Wahyu

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 15)

konstektualUlil melanjutkan: “kita perlu mengangkat kembali posisi manusia kedalam martabat yang diberikan al-Qur`an sendiri kepadanya, dengan memperhitungkan kemaslahatan manusia sebagai “partner” dari wahyu.
Dalam ucapan diatas Ulil telah berdusta atas nama Allah atau atas nama al-Qur`an. Di manakah Allah menjadikan manusia sebagai “partner” dari wahyu? Kapankah al-Qur`an berbicara bahwa manusia itu sejajar dengan wahyu? Di Surat apakah dan di ayat berapa? Apakah berupa pernyataan atau isyarat? Ataukah tahrif terhadap ayat-ayat al-Qur`an?!

(more…)

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 5)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam persepsi sekte Syi’ah.

Persaksian bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Rasulullah merupakan bagian dari dua kalimat syahadat :

أشهد أ لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله

Dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat ini, seseorang masuk agama Islam. Akan tetapi, sekedar ikrar tanpa disertai oleh iman yang kokoh dan amalan yang benar-benar mencerminkan akan kandungannya, tidaklah berguna.

[إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ[ المنافقون 1

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami bersaksi bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasulullah (utusan Allah)”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu adalah Rasul-Nya, dan Allah bersaksi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” Al Munafiqun 1. (more…)

Go to Top