Pernikahan yang Berkah

 

Pernikahan Imam Ali dan Fathimah az-Zahra`
(Binti Rasulillah shallallahu ‘alai wa’ ala alihi wa salallam)

 
§ Pengantin

  • Mempelai laki-laki adalah Ali bin Abi Thalib , sang pahlawan yang penakluk, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
  • Mempelai wanita adalah putri sayyidil Mursalin- shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’im- sayyidati nisa` ahlil jannah Fathimah Ummu as-Sibthaini radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
§ Pinangan
Abu Bakar as-Shiddiq, Umar ibn Khatthab dan Sa’ad ibn Muadz mengisyaratkan agar meminang Fathimah untuk Ali rodiallohu ‘anhu.[1]
§ Waktu dan Tempat
  • Setelah pulang dari Perang Badar al-Kubra, tahun 2 H
  • Di Madinah an-Nabawiyyah.

Bantahan Terhadap Makalah Ulil Abshar (13)

22. Ulil juga mengatakan : “Teks Qur’an tidaklah sesusatu yang “self sufficient”, mencukupi dirinya sendiri … karena teks Qur’an sebetulnya adalah teks yang tali temali, kait berkelindan dengan teks-teks lain….. antara lain adalah: sejarah sosial masyarakat Arab, tradisi literal yang sangat kaya dan maju pada zaman itu, konteks politik dan hubungan-hubungan kekuasaan pada masa turunya wahyu, tradisi-tradisi kepercayaan dan keagamaan yang hidup pada saat tersebut, dan sebagainya (Alinia 14)
Ada dua hal yang perlu kita komentari:
Pertama: “ Qur’an tidak bisa mencukupi dirinya sendiri”. Ini adalah ucapan yang lancang, tidak mengangungkan sama sekali kepada Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an dan yang telah menyatakan dengan benar[1]:
] وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ[
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu “ (an-Nahl; 89) (more…)

Foto-foto Ghadir Khum

foto-foto ghadir (sumber air) Khum, di Juhfah. Juhfah terletak 15 km dari Rabigh. dan 160 km dari Mekah, bukan tempat berkumpulnya para jamaah haji.

foto-ghadir-khum-1

foto-ghadir-khum-1

(more…)

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah

Hadits Ghadir Khum yang Shahih Menurut Ahlissunnah:

حديث الغدير :

والحديث أصله في صحيح مسلم من حديث زيد بن أرقم – رضي الله عنه – أنه قال :” قام رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يوما فينا خطيبا بماء يدعى خما بين مكة والمدينة فحمد الله وأثنى عليه و وعظ وذكر ثم قال : أيها الناس فإنما أنا بشر يوشك أن يأتي رسول ربى فأجيب وأنا تارك فيكم ثقلين : أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به )فحث على كتاب الله ورغب فيه ثم قال(وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي ” .

وجاء في بعض طرق الحديث أن النبي – صلى الله عليه وسلم أمر بالصلاة فأخذ بيد علي – رضي الله عنه – فقال :” ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم ؟ قالوا : بلى . قال ألست أولى بكل مؤمن من نفسه قالوا : بلى قال : فهذا ولي من أنا مولاه ، اللهم وال من والاه ، اللهم عاد من عاداه ” .

وفي رواية ” من كنت مولاه فعلي مولاه “

(more…)

Refleksi Keislaman Seorang Tokoh

Dalam suatu kesempatan (15 R. Awal 1431 H), saya mengikuti ceramah yang disampaikan oleh seorang tokoh besar dalam pergerakan islam dan politik di negara kita. Saya sangat senang dengan pertemuan tersebut karena beliau menyampaikan pemikiran yang menurut saya sangat bersih. Beberapa poin pemikiran yang beliau sampaikan antara lain:

  1. Organisasi yang pernah beliau pimpin dilahirkan dalam suasana yang sangat sulit dimana negaranya masih dikuasai penjajah asing, sementara itu sistem feodalisme dan keyakinan masyarakat yang diwarnai animisme, dinamisme, takhayul, bid’ah dan khurafat merajalela. Dalam kondisi tersebut, ulama yang mendirikan organisasi yang sempat beliau pimpin begitu cerdas melihat peluang. Bagi beliau kesulitan tidak menjadikan da’wah mandeg, melainkan harus dijalankan dengan cerdas. Pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial adalah bidang da’wah strategis yang beliau galakkan.
  2. Oleh karena itu, ditengah berbagai persoalan bangsa sekarang ini, perlu dilakukan perenungan kembali terhadap keislaman kita. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut islam sebagai ummatan wasathon (umat pertengahan, adil), khairan ummah (umat terbaik) dan syuhada’ ‘alannaas (saksi atas manusia/contoh dan teladan bagi manusia). Contoh terbaik kita adalah Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam sehingga kita harus melihat apa yang Rasul lakukan untuk kehidupan manusia pada umumnya terutama untuk menunjukkan ketiga atribut tadi. Rasul bukan hanya seorang yang pandai berucap dan membuat konsep, tetapi beliau adalah aktor ulung dalam setiap bidang. Beliau adalah pemimpin agama, pemimpin politik, bahkan komandan dalam peperangan. Beliau punya keutamaan dibandingkan nabi dan rasul yang lain sehingga termasuk kelompok rasul ulul ‘azmi, bahkan yang terdepan. Sama dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang berhadapan dengan raja Namrud, Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Fir’aun, Nabi Isa ‘alaihissalam dengan kekuasaan raja-raja Romawi dan Persia, Rasul Muhammad salallahu’alaihi wassalam menghadapi kerasnya tantangan kaum Qurais. (more…)
Go to Top